May 20th, 2013
I thank to mute button on my twitter application for making myself more “kind” with no more harm, no more quip, no more peeved and no more sin i hope, because now i just can’t read anymore they annoying words in my timeline. ha ha ha. :))
sebenernya perlu di garisbawahi sih. gue suka kok liat aktifitas temen temen gue di twitter, karena gak sedikit juga dari mereka yang cukup cerewet di linimasa tapi menarik untuk diikuti ceritanya karena mereka : lucu, informatif, jujur, dan apa adanya. 
tapiiiiii, ada juga beberapa orang yang annoying, sok tau, sok baek, sok bijak dan sok bener. yang begini ini sih yang bikin gue rada jijik bacanya dan memicu gue untuk bikin dosa. hahahah. karena apa? karena abis baca gue suka gak sadar gerumet mengumpat orang orang model begini. -“-
tapi untunglah, kegaptekan gue sembuh sudah. dan gue gak perlu unfoll orang orang nya tapi di sisi lain juga timeline gue jadi gak bala. :))
sekilan tulisan sampah saya di blog pagi ini.
*ciyum*

I thank to mute button on my twitter application for making myself more “kind” with no more harm, no more quip, no more peeved and no more sin i hope, because now i just can’t read anymore they annoying words in my timeline. ha ha ha. :))

sebenernya perlu di garisbawahi sih. gue suka kok liat aktifitas temen temen gue di twitter, karena gak sedikit juga dari mereka yang cukup cerewet di linimasa tapi menarik untuk diikuti ceritanya karena mereka : lucu, informatif, jujur, dan apa adanya. 

tapiiiiii, ada juga beberapa orang yang annoying, sok tau, sok baek, sok bijak dan sok bener. yang begini ini sih yang bikin gue rada jijik bacanya dan memicu gue untuk bikin dosa. hahahah. karena apa? karena abis baca gue suka gak sadar gerumet mengumpat orang orang model begini. -“-

tapi untunglah, kegaptekan gue sembuh sudah. dan gue gak perlu unfoll orang orang nya tapi di sisi lain juga timeline gue jadi gak bala. :))

sekilan tulisan sampah saya di blog pagi ini.

*ciyum*

May 19th, 2013

Watching Heima (Sigur Ros: Heima)

Bogor. Sore. Hujan. Heima. Ahsurga. :3 – View on Path.

May 18th, 2013
jadi beberapa waktu yang lalu, gue iseng iseng nonton salah satu film mindblowing yang udah lama gue pesen itu. akhirnya gue tontonlah The Fountain, film yang dimaenin sama Hugh Jackman vs Rachel Weisz ini nyeritain tiga cerita sekaligus di dalam satu film dengan bintang utama nya yah mereka mereka sendiri juga. kang Hugh jadi seorang conquistador bangsa Maya yang berjuang untuk mencari Pohon Kehidupan supaya bisa membebaskan ratunya, lalu jadi seorang doktor researcher yang berjuang untuk isteri nya yang kena kanker, dan cerita ketiga ini jadi cerita favorit gue sih, si Hugh jadi space and time traveller in a bubble yang mengarungi galaksi dimana didalam bubble nya itu ada Pohon yang gede banget dan ‘hidup’. cerita selengkapnya silahkan di gugling sendiri yaa :p
yang pasti ini bikin gue bertanya tanya sih, kenapa banyak banget tema “Pohon” di film2 mindblowing modelan gini ya? sebenernya ini gak jauh jauh lagi sama reliji sepertinya. di sisi lain ada “The Tree of Life”, dan di sisi yang gue percaya ada “Sidrat Al-Muntaha” yang juga menyerupai Pohon besar dan tempat nya ada dantara langit ke enam dan langit ke tujuh.
makin kesini gue makin gandrung nyari2 yang beginian. semoga apapun informasi informasi yang gue dapatkan kelak, tidak akan mengubah atau bahkan seharusnya menambah sisi keimanan gue terhadap apa yang sudah gue percaya pada saat ini. *mulai ngelantur, maafkan pamirsah*
for all, sebagai sesama aquarian dan juga gue udah ngefans sama Darren Aronofsky sejak nonton Requiem of the Dream, maka gue kasih bintang tiga setengah dari lima buat The Fountain :)

jadi beberapa waktu yang lalu, gue iseng iseng nonton salah satu film mindblowing yang udah lama gue pesen itu. akhirnya gue tontonlah The Fountain, film yang dimaenin sama Hugh Jackman vs Rachel Weisz ini nyeritain tiga cerita sekaligus di dalam satu film dengan bintang utama nya yah mereka mereka sendiri juga. kang Hugh jadi seorang conquistador bangsa Maya yang berjuang untuk mencari Pohon Kehidupan supaya bisa membebaskan ratunya, lalu jadi seorang doktor researcher yang berjuang untuk isteri nya yang kena kanker, dan cerita ketiga ini jadi cerita favorit gue sih, si Hugh jadi space and time traveller in a bubble yang mengarungi galaksi dimana didalam bubble nya itu ada Pohon yang gede banget dan ‘hidup’. cerita selengkapnya silahkan di gugling sendiri yaa :p

yang pasti ini bikin gue bertanya tanya sih, kenapa banyak banget tema “Pohon” di film2 mindblowing modelan gini ya? sebenernya ini gak jauh jauh lagi sama reliji sepertinya. di sisi lain ada “The Tree of Life”, dan di sisi yang gue percaya ada “Sidrat Al-Muntaha” yang juga menyerupai Pohon besar dan tempat nya ada dantara langit ke enam dan langit ke tujuh.

makin kesini gue makin gandrung nyari2 yang beginian. semoga apapun informasi informasi yang gue dapatkan kelak, tidak akan mengubah atau bahkan seharusnya menambah sisi keimanan gue terhadap apa yang sudah gue percaya pada saat ini. *mulai ngelantur, maafkan pamirsah*

for all, sebagai sesama aquarian dan juga gue udah ngefans sama Darren Aronofsky sejak nonton Requiem of the Dream, maka gue kasih bintang tiga setengah dari lima buat The Fountain :)

siang ini, sepulang ngelayat di rumah duka almarhumah Neneng, gue mampir bentar ke jembatan merah buat makan mie ayam. pas iseng lewat trotoar nya, ternyata gue baru sadar, banyak banget toko toko tua yang masih beroperasi, dari mulai SINGER, toko mesin jahit yang udah kesohor itu, toko Meita (semacem Matahari versi oldskul), toko sepatu kulit, toko peralatan badge anak sekolah dan baju pramuka, sampai toko toko jam dan elektronik dimana yang punya sekaligus yang jaga adalah ngkoh2 yang udah berumur dan masih tetap ramah melayani (calon) pembeli.
i feel the real spirit of bogor itu disini. bukan di botani square atau ekalokasari. :)

siang ini, sepulang ngelayat di rumah duka almarhumah Neneng, gue mampir bentar ke jembatan merah buat makan mie ayam. pas iseng lewat trotoar nya, ternyata gue baru sadar, banyak banget toko toko tua yang masih beroperasi, dari mulai SINGER, toko mesin jahit yang udah kesohor itu, toko Meita (semacem Matahari versi oldskul), toko sepatu kulit, toko peralatan badge anak sekolah dan baju pramuka, sampai toko toko jam dan elektronik dimana yang punya sekaligus yang jaga adalah ngkoh2 yang udah berumur dan masih tetap ramah melayani (calon) pembeli.

i feel the real spirit of bogor itu disini. bukan di botani square atau ekalokasari. :)

tadi pagi, gue nonton salah satu acara favorit di tivi. episode pagi ini nyeritain tentang perjalanan seorang manusia. dari mulai alam rahim sampai penghitungan amal di padang mashar.

gue merinding. alhamdulillah masih dikasih merinding, berarti tandanya gue masih takut dengan Tuhan gue.

bagian yang paling gue ingat adalah saat seseorang diharuskan untuk melewati jembatan Sirat al-Mustaqim, jembatan menuju syurga abadi yang lebar nya setipis rambut yang dibagi menjadi tujuh helai dan di bawahnya adalah jurang neraka jahanam yang juga abadi. namun Rasululloh SAW bersabda, adalah 7 macam orang orang yang diberi kemudahan dalam melewati Sirat al-Mustaqim diantaranya adalah, pemimpin yang adil, pemuda yang menghabiskan masa muda nya di jalan Alloh, orang orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, laki laki dan perempuan yang bersatu dan saling mencintai karena Alloh, orang orang yang dalam kesunyian nya berdzikir sampai meneteskan airmata, laki laki yang diajak berzinah oleh perempuan cantik tetapi ditolaknya karena ia takut kepada Alloh, dan orang orang yang bersedekah dengan tangan kanan tanpa perlu tangan kirinya mengetahui.

hari ini, satu lagi sahabat gue ‘berangkat duluan’. penyakit bernama Myasthenia Gravis telah merenggutnya setelah ia bertahan kurang lebih lima tahun lamanya. perempuan ini, orang yang pernah duduk sebangku sama gue di kelas 2 sma, perempuan yang kuat, yang selalu berjuang agar bisa sehat. yang ketika sakit dan teman teman nya datang selalu menunjuk kan semangat dan canda, perempuan ini secara tidak langsung selalu menumbuhkan rasa syukur saat gue ada di dekat dia. perempuan ini, seorang isteri yang sholehah, yang mengabdi pada suami dalam segala ‘kelebihan’ nya. semoga dia termasuk dalam salah satu dari tujuh macam yang diatas, semoga di sana sudah disediakan “rumah” yang indah, yang dia idam idam kan dari kemarin..

selamat jalan Nenk Ike, semoga suatu saat nanti kita dipertemukan kembali di Al-Jannah kepunyaan Alloh yang abadi.. :”)

Al-Fathihah, sent.

May 17th, 2013
HAHAHAH IYAH ITUH GUEH. KECIL YAH??! -____-” – View on Path.

HAHAHAH IYAH ITUH GUEH. KECIL YAH??! -____-” – View on Path.

May 10th, 2013
Popplagio *edisi belum bisa move on* 😔 – View on Path.

Popplagio *edisi belum bisa move on* 😔 – View on Path.

last night, i felt so ALIVE. thank you so much for coming here, Sigur Ros! :”)

to be honest, sampe detik ini gue belum bisa move on dari konser kemarin. meskipun pulang nya gue mesti balik lagi dan bermalam di kantor karena deadline dengan kondisi kaki sampe punggung sakit karena bediri nonstop lima jam (3 jam antri dan dua jam pertunjukan), tapi gue gak bisa lupain, samar mereka di balik tirai putih dengan cahaya cahaya menyinari membentuk siluet indah, tirai jatuh dan lalu gue menyadari, gue bediri gak sampai sepuluh meter dari jonsi dan goggi, lalu kemudian saat ruangan seketika menjadi gelap dan lampu lampu pijar dengan tiang tinggi pendek yang di setting secara acak di sekitar instrumen musik mereka menyala kelap kelip mengiringi svefn g englar, lalu saat goggi tersenyum simpul ketika melihat crowd penonton kompak bersenandung mea bloanasir dan jonsi yang membuat suatu interaksi simpel tapi gue yakin semua yang nonton merasa sangat attached saat olsen olsen berkumandang, lalu saat popplagio dan cahaya lampu sorot jatuh di atas orri.. dan finally, saat sigur ros dan para additional player maju ke depan panggung saling bergandengan tangan dan membungkuk ke arah penonton, Takk Sigur Ros!! :”)

and i feel so alive, dan bahkan gue gak peduli dengan mbak mbak depan gue yang bukan nonton konser malah sibuk taking picture SEPANJANG KONSER (dammit you hippies!!-“-), ataupun dengan abege2 berisik di belakang gue, iya, gue gak peduli… :D dan sampe saat ini gue masih pengen nangis kalo bayangin konser semalem :)))

Istora Senayan tadi malam, tiga kali lipat jauh lebih indah di banding Fort Canning november lalu. dan sekali lagi, gue gatau gimana ini caranya bersyukur sama Tuhan udah dikasih keindahan lahir batin semalam :”)

thank you Sigur Ros for coming here. keep healing human soul! :)

Takk!!! :”) – View on Path.

Takk!!! :”) – View on Path.

May 9th, 2013
👯👯👯😊😊😊 – View on Path.

👯👯👯😊😊😊 – View on Path.

May 8th, 2013
May 7th, 2013
glyphrec:


Essáy’s debut release, Morning Mountain, released in January this year, was a beautiful collaboration with the ambient composer Rhian Sheehan.  It became the top selling track on WhatPeoplePlay.com, was recommended by Bleep.com, remained in the Beatport Electronica Chart Top 10 for over 3 months and was supported by DJs a far afield as Ripperton, Agoria, Mighty Mouse and Dominik Eulberg. 
 
His 2nd releaseon Glyph, is another beautifully textured, melodic composition, blending the boundaries between ambient and house. The lead track Crying at Day may sound sad, but it’s a warm up tempo track perfect for the summer sun sets and sunrises. Crying at Night is a more thoughtful, considered jam, with a reflective piano line that echoes late nights and early mornings as the lights twinkle and fade. 
 
Essáy is Simon Schilling, a 21 year old resident of Heidelberg, Germany. Building a strong fan base on Soundcloud and a strong reputation for his own brand of what he calls ‘emotional electronica’. This is music that stirs the heart and soul, conjuring up forgotten memories and dreams.  
 
Crying at Day/Night is available NOW from whatpeopleplay.com
 
Crying at Day/Night will be available on 12” Vinyl (including debut single Morning Mountain) from the 27th August. Pre-Order link to follow

 

glyphrec:

Essáy’s debut release, Morning Mountain, released in January this year, was a beautiful collaboration with the ambient composer Rhian Sheehan.  It became the top selling track on WhatPeoplePlay.com, was recommended by Bleep.com, remained in the Beatport Electronica Chart Top 10 for over 3 months and was supported by DJs a far afield as Ripperton, Agoria, Mighty Mouse and Dominik Eulberg.

 

His 2nd releaseon Glyph, is another beautifully textured, melodic composition, blending the boundaries between ambient and house. The lead track Crying at Day may sound sad, but it’s a warm up tempo track perfect for the summer sun sets and sunrises. Crying at Night is a more thoughtful, considered jam, with a reflective piano line that echoes late nights and early mornings as the lights twinkle and fade.

 

Essáy is Simon Schilling, a 21 year old resident of Heidelberg, Germany. Building a strong fan base on Soundcloud and a strong reputation for his own brand of what he calls ‘emotional electronica’. This is music that stirs the heart and soul, conjuring up forgotten memories and dreams.  

 

Crying at Day/Night is available NOW from whatpeopleplay.com

 

Crying at Day/Night will be available on 12” Vinyl (including debut single Morning Mountain) from the 27th August. Pre-Order link to follow

12"

 

May 6th, 2013
May 3rd, 2013

If you are brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello. :)

Dear Elisabet Kurnia Indri Hartanti,

gak tau juga sih, lo nyangka apa nggak bakal gue kasih ‘farewell gift’ via blog. to be honest, karena LO DENGAN TEGA NYA KABARIN GUE EMPAT HARI SEBELUM HARI TERAKHIR LO NGANTOR KE GUE, (ini agak jahat sih, masa si gege tau duluan daripada gueee Y__Y), jadi nya gue gak sempet nyiapin benda ber-molekul padat buat di kasih ke lo. *ngeles padahal gak unya uit* *nangis di pojokan*

kesan kesan gue buat lo,.. (duh, kok jadi kayak mau nulis buku farewell si anin sih :p)

mungkin diantara satu gfk, baru sama lo gue bisa cerita apa aja dari mulai kisah paling manis dan bangkek dengan semua sisi brengsek gue tanpa gue perlu merasa cemas, because i believe you wouldn’t judge me anything for that.. :)

kemaren malem, di angkot, jujur gue nahan nangis (maklum ya, gue lagi super sensitip :p) karena tiba2 menyadari, gak akan ada lagi sesi kita ngobrol ngalor ngidul di depan handayani sore sore sambil mimik capuccini.. gak ada lagi obrolan2 tentang pilem2 mindfuck, gak ada lagi lo yang nge-cengin gue gegara selera film gue mainstream banget -“-, gak ada lagi gue curhat ampek nangis gegara Dria ato Pak HRD yang gue lupa namanya siapa itu :))), i will really really missed those moments :D

Nia,

gue yakin di tempat yang baru you’ll always be “shine bright like a diamond” *nyanyik rihanna*.. -___-“

just be like that.. Nia yang good listeners, Nia yang orang nya gak suka basa basi. Nia yang ceplas ceplos. Nia yang pinter (gue ngiri loh ama daya logika lo -“-), Nia yang teges..

tapi, biar gak jadi sombong, ingatlah selalu, bahwa diatas langit akan selalu ada langit.. karena sesulit sulitnya penyakit manusia yang paling sulit di obati adalah, saat manusia itu ngerasa bahwa apa yang dia katakan lah yang paling bener..

Dear Nia,

jangan lupa, lo punya janji buat nulis cerita tentang gue.. *esalah*.. :))
kalo pun itu gak terlaksana, tetaplah menulis. i know you are a great writer. asah lah terus. jangan kayak gue, lancar nulis cuma pas lagi sakit ati doang :))

Nia,

jangan lupa dengan cita cita lo lanjut kuliah. apa kita mau lanjut bareng? tapi tungguin gue beres S1 dulu yah, abis itu kita bareng2 apply scholarship :))), ato lo mau merit dulu sama bonek, punya anak, terus kita kuliah?? :D

Nia,

and it just about how people come and people go in our life. i know we don’t need to spend our tears for this because both of us already know, whatever it is, it just for the best that we could choose in our life.

apapun itu, gue akan selalu mendoakan yang terbaik buat lo. :)

ini agak lebay sih, padahal juga entar2 kita bakal sering ketemu. :))

Nothing makes the earth seem very spacious as to have friends at a distance; they make the latitudes and longitudes.

last but not least, Goodbyes are not forever. Goodbyes are not the end. They simply mean I’ll miss you until we meet again.

image

May 2nd, 2013
allthingseurope:

Wernigerode, Germany (by EJK41)

allthingseurope:

Wernigerode, Germany (by EJK41)